Kamis, 07 Agustus 2008

Kamis, 7 Agustus 2008 15:21 WIB
BADALING, CHINA, KAMIS - Obor Olimpiade melintasi Tembok Besar, Kamis, dengan api yang meliuk-liuk di sela kabut pagi sebagai simbol perjalanan rute dunia itu sudah mendekati akhir, sehari menjelang pembukaan Olimpiade. Perjalanan api obor itu sebagai tanda persatuan dan kebanggaan China sebagai tuan rumah Olimpiade, kendati terimbas dengan unjuk rasa --terutama atas masalah di Tibet --dan terakhir terjadsi di Beijing Rabu pagi.
Unjuk rasa kecil di dekat stadion utama Olimpiade seperti terhapus dengan banyaknya warga China yang memadati berbagai tempat di ibukota China, seperti juga terlihat di Tembok Besar, yang dipagar para sukarelawan, sejauh mata memandang, menggunakan kostum kuning dan mengibas-ngibaskan kipas berwarna merah.
Manusia yang berjubel dihujani guntingan kertas kecil ketika obor melewati mereka dengan latar belakang tembok yang berlika-liku dan pegunungan di kejauhan. "Banyak masalah ketika obor ini melakukan perjalanannya dan sekarang waktunya berpesta," kata Weng Chengyu, mahasiswa berusia 28 tahun, "Anda lihat semua ini? Ini menunjukkan betapa China mencintai Olimpiade."
Obor itu dibawa berparade di sepanjang pelataran Tembok Besar yang cukup dilewati lima kuda. Di salah satu tempat tinggi, terpampang ular naga buatan, dan dengan pegunungan di belakangnya, dari kejauhan kelihatan seperti lukisan raksasa China.
Musik dengan nada patriotik berkumandang dari pengeras suara, termasuk suara drum dan beberapa alat musik lainnya, yang menggema saling bersahutan.
Sekumpulan burung dara dilepaskan dan hewan itu berterbangan ke arah perumahan dan banyak yang tersapu kabut hilang dari penglihatan. "Kami sudah melewati banyak negara membawa api Olimpiade ini. Kami sudah berkali-kali mengeluarkan air mata, rasanya amat emosional. Terlebih ketika menyaksikan reaksi rakyat China saat ini," kata Xiaohong Lu, yang ikut mendampingi perjalanan obor itu di berbagai belahan dunia. Perjalanan api itu di Beijing menandai akhir dari perjalanan obor itu melewati lima benua dan di berbagai pelosok China sebelum dibawa ke kouldron Jumat pada acara pembukaan Olimpiade.